Penyakit Vertigo

Vertigo merupakan keadaan dimana seseorang merasa dirinya atau ruangan disekitarnya seolah berputar. Perasaan ini disebabkan oleh virus, penurunan aliran darah ke otak, trauma kepala, iskemi sementara karena obat-obatan dan alkohol, migrain, dan beberapa kasusu epilepsi.
Vertigo bukanlah penyakit, melainkan gejala penyakit yang penyebabnya bervariasi. Kata vertigo berasal dari bahsa yunani Vetere yang artinya berputar.
Vertigo bisa berlangsung hanya beberapa saat atau bisa berlanjut sampai beberapa jam bahkan bilangan hari. Vertigo bisa terjadi pada saat melakukan perjalanan jauh, naik kendaraan dijalan yang berliku.
Namun terkadang vertigo hanya disebabkan oleh stres. Sebagian besar kasus vertigo tidak diketahui penyebabnya, sehingga terapi lebih banyak bersifat simtomatik dan rehabilitatif.

 

Gejala yang muncul serasa berputar saat berbariing, berdiri, atau memutar kepala dengan cepat. Ada gangguan keseimbangan tubuh, mual dan muntah, telinga berdengung, dan ada gerakan pada bola mata.
Penderita vertigo disarankan untuk menghindari gerakan, posisi, atau beberapa substansi yang dapat menyebabkan vertigo. Saat ada tanda-tanda serangan akan terjadi, pusatkan perhatian pada sesuatu hal yang dapat mengurangi rasa pusing dan mual. Obati dengan obat antimuntah atau antivertigo.
Bagi penderita migrain maupun vertigo, sebaiknya rajinlah berolahraga dan melakukan olah pernapasan. Tariklah napas yang dalam sebanyak-banyaknya setiap pagi saat udara masih bersih. Cara ini bisa menimbulkan perasaan tenang dan menghadirkan oksigen lebih banyak ke paru-paru. Dengan demikian tubuh menjadi lebih nyaman. Dalam waktu tertentu upaya ini akan menambah kebugaran sehingga kepala tak mudah lagi mengalami gangguan.
Selain itu bersikap lebih santai dalam menghadapi hidup serta terampil dalam mengelola stres akan sangat membantu mengusir migrain dan vertigo. Akan lebih baik lagi jika segera memeriksakan diri ke dokter. Karena bisa jadi gejala yang dirasakan bukan migrain, tetapi mengarah ke stroke. Sebab gejala migrain memang mirip dengan stroke.

Posted in Penyakit Vertigo | Tagged , , , , | Leave a comment

Diagnosis Penyakit Vertigo

vertigoDalam melakukan anamnesis untuk menegakkan diagnosis vertigo, dokter umunya akan melakukan pemeriksaan  yang baik, dimulai dengan pemeriksaan tanda vital, dilanjutkan dengan pemeriksaan neurologis, dan pemeriksaan neuro-otologi. Pemeriksaan yang tak kalah penting dilakukan adalah pemeriksaan nistagmus, dimana ia merupakan gejala objektif dari vertigo.

Jika tipe atau jenis vertigo pada pasien telah berhasil di tegakkan, serta mengetahui lokasi lesinya, dokter hendaknya mengetahui etiologi. Menurut Dr. Eva dari data neuro-otologi dan neuro oftalmologi, Departemen Neurologi FKUI/RSCM tahun 2011 dikatakan bahwa vertgio tipe peripheral itu lebih tinggi dibandingkan tipe central dengan perbandingan 37,9% : 18,6%. Dan jenis yang paling banyak ditemukan adalah vertigo non vestibular (42,8%).

Pada vertgio tipe central, angka terbanyak kejadian vertigo disebabkan oleh adanya lesi vaskuler, baru diikuti tumor, migran vertigoneus, dan terakhir infeksi intracranial. Sementara pada tipe peripheral penyebab yang terbanyak adalah BPPV (83%), menierre disease (7,6%), pasca trauma (7,6%)dan terakhir neuritis vestibularis.

TATA LAKSANA VERTIGO

Management vertigo dibagi menjadi beberapa bagian, ada yang sifatnya simptomatik, ada juga tatalaksana yang diberikan pada kondisi khusus, misalnya pada BPPV, selain dilakukan terapi farmakologi juga dilakukan particle repositioning procedure (prosedur medis untuk pengembalian fungsi)  dan bahkan dilakukan tindakan pembedahan.

Prosedur bedah jarang dikerjakan, karena risiko yang besar dapat menimbulkan gangguan tuli perseptif pada pasien. Selain tiu dapat dilakukan vestibuler rehabilitation therapy, dilanjutkan dnegan mencegah munculnya faktor pencetus vertigo, misal dengan melakukan diet atau dengan mengubah pola hidup.

Pada terapi vertigo yang sifatnya simptomatik  dokter bisa memberikan calcium channel blocker atau juga bisa digunakan histaminic dalam hal ini betahistine. Saat ini terdapat suatu konsep  yang menyatakan bahwa menggunakan dosis betahistine yang lebih tinggi, maka efektivitas yang dicapai dalam pengobatan juga menjadi lebih baik. Sementara penggunaan obat psyhoaffective pada kasus vertigo hanya boleh dilakukan sesaat saja.

Betahistin dihidroklorida dalam hal ini vertikal memiliki kandungan betahistine 2 kali lebih besar di bandingkan dengan betahistine dimesilat. Selain itu penelitian juga membuktikan bahwa penggunaan betahistine pada dosis hingga 32 mg sehari tidak menimbulkan efek samping pada pasien.

Posted in Penyakit Vertigo | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyakit Vertigo dan Gejalanya

penderita-vertigoKonsep terbaru menyatakan, penggunaan betahistine pada dosis yang lebih tinggi, memiliki efektivitas pengobatan vertigo yang lebih baik. Setidaknya sistem keseimbangan tubuh manusia diatur oleh 3 bagian, yaitu : sistem vertibuler yang berada di telinga dalam, kemudian sistem visual dan sistem proprioceptive. Menurut Dr. Eva Dewati Sp.S dari Departemen Ilmu Penyakit Syaraf FKUI/RSCM, Jakarta, jika ketiga sistem tersebut tidak bekerja dengan baik maka orang tersebut akan mengalami dizziness. Semua sistem tersebut dikoordinasikan dalam batang otak atau serebum dan diteruskan melalui thalamus, dan berakhir di lobus temporalis. Itulah juga mengapa jika seseorang mengalami lesi di daerah lobus temporal, pasien kemudian memgalami keluhan vertigo.

Vertigo merupakan salah satu bagian dari dizziness (gangguan keseimbangan) yang memliki pengertian sebuah ilusi dimana seseorang merasa dirinya bergerak terhadap sekitarnya atau lingkungan yang bergerak terhadap dirinya. Dikatakan oleh Dr. Eva, vertigo merupakan bagian dari gejala, bukan nama penyakit. Vertigo disebabkan oleh banyak faktor, hingga tugas dokter kemudian untuk menemukan penyebab vertigo.

JENIS VERTIGO

Dikatakan oleh Dr. Eva, gangguan kesehatan di bagi menjadi 4 tipe, yaitu vertigo vestibular, verigo non vestibular, prensinkop dan disequilibrium. Fokus pada vertigo, pada vvertigo vestibuler ia memiliki gejala berupa; rasa berputar, serangan yang terjadi episodik, disertai muntah, isa disertai atau tidak disertai gangguan pendengaran , gerakan pencetus vertigo adalah gerakan kepala, tanpa adanya situasi yang mencetuskannya.

Sementara pada vertigo non vestibular, biasanya di sertai dengan tanda-tanda seperti ; rasa melayang atau hilangnya keseimbangan, serangan biasanya terjadi terus-menerus, tanpa mual/muntah, tanpa gangguan pendengaran, pencetus vertigo berupa gerakan objek viusal dengan situasi pencetus berupa keramaian atau lalu lintas yang padat. “ Jadi jika ada pasien mengalami rasa berputar saat berada di tempat ramai, bisa di pastikan ia mengalami vertigo non vestibular.

Menurut Dr. Eva ketika pasien sudah bisa di pastikan ia mengalami vertigo vestibular, langkah selanjutnya yang harus di lakukan dokter adalah menentukan apakah ini jenis yang centarl atau yang peripheral. Mengapa? Karena konsekuensi yang terjadi sangat berbeda. Dikatakan, jika pasien mengalami verigo tipe central dokter harus melakukan pengobatan secepat mungkin. Karena keterlambatan pengobatan vertigo akan mengakibatkan sequel, bahkan dampak yang lebih buruk lagi pada pasien.

Secara klinis untuk membedakan peripheral atau central, dapat dengan mudah dilakukan. Pada tipe peripheral awitan biasanya mendadak dengan mual dan muntah berat sering disertai gangguan pendengaran dengan kompensasi atau resolusi yang cepat. Sementara tipe central awitan umumnya datang perlahan seperti digoyang baru timbul rasa berputar. Gejala vertigo mual dan muntah pada tipe ini bervariasi dari ringan hingga berat, jarang ditemukan gangguan pendengaran dan umumnya resolusi  yang terjadi lambat. Dr. Eva mengingatkan, bahwa pada pasien-pasien vertigo, sebagai dokter kita harus selalu mencari tanda-tanda terjadinya devisit neurologi, mulai dari tingkat kesadaran, pemeriksaan nervous 1-12, anamnesis yang rinci dan ada tidaknya gangguan kelumpuhan.

Posted in Penyakit Vertigo | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyakit Vertigo Perifer

Penyakit vertigo perifer adalah salah satu jenis penyakit yang ditandai dengan gangguan ilusi gerakan dan bukan merupakan salah satu bentuk migrain. Jika yang terasa berputar adalah diri sendiri, disebut vertigo subyektif. Kalau yang berputar adalah diri sendiri, disebut vertigo subyekti. Kalau yang berputar adalah lingkungan sekitarnya, disebut vertigo obyektif.

Penyakit vertigo perifer disebabkan karena gangguan keseimbangan di telinga bagian dalam (alat keseimbangan atau bagian vestibular) atau mungkin di otak. Bentuk paling sering dari vertigo ada;ah Benign Paroxymal Positional Vertigo (BPPV), yaitu adanya ilusi gerakan yang disebabkan oleh gerakan kepala secara mendadak atau gerakan kepala ke arah tertentu, jenis seperti ini umumnya tidak berat dan dapat dibatasi.

vertigo1

Penyebab lain penyakit vertigo perifer adalah peradangan pada telinga bagian dalam (labrinitis) yang ditandai dengan kejadian vertigo yang tiba-tiba dan kadang diikuti dengan kehilangan pendengaran. Penyebab lain dari vertigo adalah peradangan telinga bagian dalam (labrinitis) yang ditandai dengan kejadian vertigo yang tiba-tiba dan kadang diikuti dengan kehilangan pendengaran. Penyebab paling sering adalah infeksi viral atau bakteri. Beberapa penyakit lain juga bisa menyebabkan penyakit vertigo seperti meniere disease, pendarahan diotak, multiple sclerosis, cedera kepala dan migrain.

Penyakit vertigo adalah rasa sakita yang dahsyat di bagian kepala sehingga kehilangan kekseimbangan. Rasa sakit ini disebabkan oleh banyak hal, seperti ketegangan saraf, kelelahan fisik dan psikis, kurangnya asupan gizi makanan serta kurangnya oksigen dalam darah.

Posted in Penyakit Vertigo | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Terapi Penderita Vertigo

Vertigo adalah sensasi berputar yang dirasakan pasien. Pasien merasa badannya berputar terhadap ruangan atau ruangan yang berputar terhadap badannya. Intinya ada sensasi berputar terhadap lingkungan sekitar.

Sensasi berputar itu dikenal dengan istilah Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV). Kejadian itu melibatkan kanalis semisirkulari posterior pada bagian dalam telinga. Penyebabnya bermacam-macam. Bisa karena trauma, penyakit telinga, otitis media, vestibular neuritis, penyakit meniere dan penyakit lainnya. Namun, 39 persen dari terjadinya BPPV tersebut adalah idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya. Berdasarkan amnesis, BPPV terjadi secara tiba-tiba terutama pada saat perubahan posisi. Vertigo dapat membaik dalam beberapa hari hingga beberapa minggu, namun dapat juga bertahan sampai beberapa bulan. Penatalaksanaannya sendiri dapat melalui beberapa pendekatan, tergantung penyebabnya. Pendekatannya bisa berupa pemberian obat-obatan antivertigo, bisa juga dalam terapi atau latihan fisik atau bahkan pembedahan.

Ada beberapa jenis latihan atau terapi fisik dalam mengatasi vertigo, hal itu tergantung pada letak atau posisi masalahnya. Secara umum vertigo itu sendiri melibatkan unsur penglihatan, vestibular atau keseimbangan dan gerakan sendi dan otot.

Pemilihan terapi fisik atau jenis latihan yang disesuaikan dengan keadaan pasien dan tergantung pada bentuk BPPV-nya, apakah kanalitiasis atau kupulolitiasis. Namun beberapa penelitian menyarankan terlebih dahulu menggunakan teknik resposisi kanalit untuk kanalitiasis atau kupulolitiasis. Namun beberapa penelitian meyarankan terlebih dahulu menggunakan teknik resposisi kanalit untuk kanalitiasis dan menuver pembebasan kupulolitiasis, kemudian dilanjutkan dengan penggunaan latihan habituasi Brandt Daroff. 

Pilihan latihan lain untuk penanganan vertigo adalah latihan yang dilakukan dibawah pengawasan dokter. Hal itu dikarenakan latihan-latihan tersebut disesuaikan dengan gangguan atau keluhan pada pasien. Antara satu pasien dengan pasien lain bisa saja memiliki gangguan yang berbeda-beda. Sehngga diperlukan ketentuan diagnosisnya. Namun ada pula latihan yang bisa dilakukan sendiri oleh penderita BPPV, yaitu latihan Brandt Daroff.

Posted in Penyakit Vertigo | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Macam Macam Vertigo

Ada beberapa jenis vertigo berdasarkan penyebabnya. Vertigo epileptica yakni pusing yang mengiringi atau terjadi sesudah serangan ayan (epilepsi), vertigo laryngea yakni pusing karena serangan batuk, vertigo nocturna yakni rasa seolah-olah akan terjatuh pada permulaan tidur, vertigo ocularis yaitu pusing karena penyakit mata khususnya karena kelumpuhan/ ketidakseimbangan kegiatan otot-otot bola mata, vertigo rotatoria yakni pusing seolah-olah semua di sekitar badan berputar-putar.

BPPV ( Benign Paroxysmal Positional Vertigo) merupakan jenis vertigo yang terjadi mendadak dan berlangsung cepat kurang dari 1 menit. Perubahan posisi kepala ( terjadi ketika penderita berbaring, bangun, berguling di atas tempat tidur atau menoleh ke belakang) biasanya memicu terjadinya vertigo jenis ini. Penyakit ini disebabkan adanya endapan kalsium dalam salah satu kanalis semisirkularis di telinga bagian dalam.

Vertigo jenis ini cukup mengerikan, tetapi tidak berbahaya dan biasanya menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu atau beberapa bulan, tanpa disertai hilangnya pendengaran maupun telinga berdenging. Yang terakhir yaitu vertigo jenis AVN, terjadi karena serabut saraf yang ada di telinga mengalami pembengkakan.

Posted in Penyakit Vertigo | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Vertigo

Pada dasarnya keseimbangan tubuh dikendalikan oleh otak kecil yang mendapat informasi mengenai posisi tubuh dari organ keseimbangan di telinga tengah dan mata. Vertigo biasanya timbul akibat gangguan telinga tengah dan dalam atau gangguan penglihatan. Gangguan pada otak kecil yang mengakibatkan vertigo jarang sekali di temukan. Namun, kurangnya pasokan oksigen ke otak dapat pula menyebabkan vertigo. Beberapa jenis obat, seperti kina, streptomisin dan salisilat, diketahui dapat menimbulkan radang kronis telinga dalam yang dapat menimbulkan vertigo.

Selain itu, vertigo juga dapat dipicu oleh keadaan lingkungan, motion sickness (mabuk darat, mabuk laut), obat-obatan, alkohol, gentamisin, kelainan sirkulasi pada pembuluh darah arteri vertebral. Terkadang vertigo juga merupakan salah satu gejala awal terjadinya stroke ringan, sebagai akibat pecahnya pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi (hipertensi). Biasanya vertigo yang diakibatkan oleh kurangnya oksigen ke otak ini akan disertai dengan mual dan muntah.

Vertigo disebabkan karena gangguan keseimbangan di telinga bagian dalam (alat keseimbangan atau bagian vestibular) atau mungkin di otak. Bentuk paling sering dari vertigo adalah Benign Paroxymal Positional Vertigo (BPPV), yaitu adanya ilusi gerakan yang disebabkan oleh gerakan kepala secara mendadak atau gerakan kepala ke arah tertentu. Jenis seperti ini umumnya tidak berat dan dapat diatasi.

Penyebab lain dari vertigo adalah peradangan pada telinga bagian dalam (labirintis), yang ditandai dengan kejadian vertigo yang tiba-tiba dan kadang diikuti dengan kehilangan pendengaran. Penyebab paling sering adalah infeksi vrial atau bakteri. Beberapa penyakit lain juga bisa menyebabkan vertigo, seperti menire disease, perdarahan di otak, multiple sclerosis, cedera kepala dan migrain.

Posted in Penyakit Vertigo | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Vertigo

Vertigo berasal dari bahasa Yunani “vertere” yang artinya memutar. Vertigo adalah perasaan bergerak atau berputar sementara orang tersebut sebenarnya sedang diam.

Perasaan berputar yang terjadi ada 2 macam, yaitu orang tersebut yang merasakan dirinya berputar (vertigo subjektif) atau merasa lingkungan di sekitarnya yang berputar mengelilinginya (vertigo objektif). Terkadang disertai keluhan seperti rasa mual ingin muntah. Kelainan ini terjadi karena gangguan keseimbangan baik sentral atau perifer dan juga kelainan pada telinga dapat menyebabkan vertigo. Ketika melakukan suatu pemeriksaan, dokter THT biasanya akan melakukan pemeriksaan ENG (elektronistagmografi).

Epidemiologi

Prevalensi angka kejadian vertigo perifer (BPPV) di Amerika Serikat adalah 64 dari 100.00 orang dengan kecenderungan terjadi pada wanita (64%). BPPV diperkirakan sering terjadi pada usia rata-rata 51-57,2 tahun dan jarang pada usia di bawah 35 tahun tanpa riwayat trauma kepala.

Etiologi

Pada vertigo tipe sentral, etiologi umumnya adalah gangguan vaskuler. Sedangkan, pada vertigo tipe perifer, etiologinya idiopatik. Biasanya vertigo jenis perifer berhubungan dengan manifestasi patologis di telinga.

Posted in Penyakit Vertigo | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment