Terapi Penderita Vertigo

Vertigo adalah sensasi berputar yang dirasakan pasien. Pasien merasa badannya berputar terhadap ruangan atau ruangan yang berputar terhadap badannya. Intinya ada sensasi berputar terhadap lingkungan sekitar.

Sensasi berputar itu dikenal dengan istilah Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV). Kejadian itu melibatkan kanalis semisirkulari posterior pada bagian dalam telinga. Penyebabnya bermacam-macam. Bisa karena trauma, penyakit telinga, otitis media, vestibular neuritis, penyakit meniere dan penyakit lainnya. Namun, 39 persen dari terjadinya BPPV tersebut adalah idiopatik atau tidak diketahui penyebabnya. Berdasarkan amnesis, BPPV terjadi secara tiba-tiba terutama pada saat perubahan posisi. Vertigo dapat membaik dalam beberapa hari hingga beberapa minggu, namun dapat juga bertahan sampai beberapa bulan. Penatalaksanaannya sendiri dapat melalui beberapa pendekatan, tergantung penyebabnya. Pendekatannya bisa berupa pemberian obat-obatan antivertigo, bisa juga dalam terapi atau latihan fisik atau bahkan pembedahan.

Ada beberapa jenis latihan atau terapi fisik dalam mengatasi vertigo, hal itu tergantung pada letak atau posisi masalahnya. Secara umum vertigo itu sendiri melibatkan unsur penglihatan, vestibular atau keseimbangan dan gerakan sendi dan otot.

Pemilihan terapi fisik atau jenis latihan yang disesuaikan dengan keadaan pasien dan tergantung pada bentuk BPPV-nya, apakah kanalitiasis atau kupulolitiasis. Namun beberapa penelitian menyarankan terlebih dahulu menggunakan teknik resposisi kanalit untuk kanalitiasis atau kupulolitiasis. Namun beberapa penelitian meyarankan terlebih dahulu menggunakan teknik resposisi kanalit untuk kanalitiasis dan menuver pembebasan kupulolitiasis, kemudian dilanjutkan dengan penggunaan latihan habituasi Brandt Daroff. 

Pilihan latihan lain untuk penanganan vertigo adalah latihan yang dilakukan dibawah pengawasan dokter. Hal itu dikarenakan latihan-latihan tersebut disesuaikan dengan gangguan atau keluhan pada pasien. Antara satu pasien dengan pasien lain bisa saja memiliki gangguan yang berbeda-beda. Sehngga diperlukan ketentuan diagnosisnya. Namun ada pula latihan yang bisa dilakukan sendiri oleh penderita BPPV, yaitu latihan Brandt Daroff.

Penyebab Penyakit Vertigo

Pada dasarnya keseimbangan tubuh dikendalikan oleh otak kecil yang mendapat informasi mengenai posisi tubuh dari organ keseimbangan di telinga tengah dan mata. Vertigo biasanya timbul akibat gangguan telinga tengah dan dalam atau gangguan penglihatan. Gangguan pada otak kecil yang mengakibatkan vertigo jarang sekali di temukan. Namun, kurangnya pasokan oksigen ke otak dapat pula menyebabkan vertigo. Beberapa jenis obat, seperti kina, streptomisin dan salisilat, diketahui dapat menimbulkan radang kronis telinga dalam yang dapat menimbulkan vertigo.

Selain itu, vertigo juga dapat dipicu oleh keadaan lingkungan, motion sickness (mabuk darat, mabuk laut), obat-obatan, alkohol, gentamisin, kelainan sirkulasi pada pembuluh darah arteri vertebral. Terkadang vertigo juga merupakan salah satu gejala awal terjadinya stroke ringan, sebagai akibat pecahnya pembuluh darah akibat tekanan darah tinggi (hipertensi). Biasanya vertigo yang diakibatkan oleh kurangnya oksigen ke otak ini akan disertai dengan mual dan muntah.

Vertigo disebabkan karena gangguan keseimbangan di telinga bagian dalam (alat keseimbangan atau bagian vestibular) atau mungkin di otak. Bentuk paling sering dari vertigo adalah Benign Paroxymal Positional Vertigo (BPPV), yaitu adanya ilusi gerakan yang disebabkan oleh gerakan kepala secara mendadak atau gerakan kepala ke arah tertentu. Jenis seperti ini umumnya tidak berat dan dapat diatasi.

Penyebab lain dari vertigo adalah peradangan pada telinga bagian dalam (labirintis), yang ditandai dengan kejadian vertigo yang tiba-tiba dan kadang diikuti dengan kehilangan pendengaran. Penyebab paling sering adalah infeksi vrial atau bakteri. Beberapa penyakit lain juga bisa menyebabkan vertigo, seperti menire disease, perdarahan di otak, multiple sclerosis, cedera kepala dan migrain.